DIA BERKATA BAHWA SAYA KUAT




Saya tidak tahu apakah dia masih mengingatnya atau tidak. Saya juga tidak tahu apakah dia menyadarinya atau tidak kalau ucapannya kala itu terus tertanam di pikiran saya.

Saya punya teman. Kami telah bekerja sama dalam suatu payung untuk waktu yang terbilang cukup lama. Hingga pada akhirnya kami harus berpisah karena masanya telah usai. Kemudian dia menyampaikan kesannya tentang saya kepada saya, yang pada intinya dia menganggap saya selama ini adalah seorang pria yang dia anggap kuat. Saya tahu maksudnya, bahwa apapun persoalan dan tantangan yang pernah saya hadapi kala itu dia anggap saya dapat melaluinya dengan baik. Tapi yang saya tidak sangka adalah hal ini terucap dari seorang teman yang sebenarnya kami berdua jarang saling berbicara, hanya bertegur sapa atau sekedar berbicara seperlunya. Kami tidak pernah saling cerita tentang kehidupan pribadi dan tidak pernah saling membahas hal-hal yang random selayaknya teman dekat pada umumnya.

Lantas hal ini membuat saya termenung. Ternyata orang yang bahkan bukan yang paling dekat dengan saya dapat memahami, melihat, dan meyakini saya seperti itu. Padahal selama ini saya menganggap saya adalah pria yang lemah, apa-apa mengeluh, pesimis, dll. Meskipun memang tidak saya perlihatkan secara nyata dan tetap saya jalani sebaik mungkin. Sifat saya ini cukup berbeda dengan teman-teman pria saya yang lainnya yang saya lihat lebih optimis dan kuat daripada saya. Bahkan saya menganggap dia lebih kuat daripada saya. Setiap saya melihat apa yang dia lakukan, apa yang dia hadapi, saya merasa saya tidak akan sanggup menjadi dia jika posisi kami berdua ditukar.

Ucapan dia saya terima dengan positif bahwa dia melihat sisi lain saya yang bahkan tidak saya lihat. Sisi lain yang seharusnya dapat saya sadari dibanding dengan sifat kelemahan saya. Ucapan dia saya selalu jadikan doa bahwa meskipun dengan kelemahan yang ada pada diri saya, saya memiliki kekuatan yang lebih besar. Maka dari itu ketika saya dihadapkan pada persoalan, saya harus menjadi orang yang kuat dan saya adalah orang yang tegar. Bukan hanya karena ada orang lain yang percaya itu, tapi juga harus bisa saya yakini sendiri.

Selain itu, saya terbuka pikiran saya bahwa keyakinan dan impression yang baik dapat datang dari siapa saja. Cukup menyesal saya tidak mengakrabkan diri lebih dekat sejak awal dan cukup menyesal saya tidak menjadi orang yang bisa jadi tempat dia cerita atau sebaliknya. Tapi apapun itu terima kasih telah yakin kepada saya, terima kasih telah melihat saya sebagai orang yang kamu anggap kuat disaat saya menganggapmu lebih kuat daripada saya. Ucapan kamu sangat berarti dan saya pegang hingga sekarang.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "DIA BERKATA BAHWA SAYA KUAT"

Posting Komentar